Jumat, 12 Juni 2009

Hari Lingkungan Hidup

Selasa, 09/06/2009 09:11 WIB
Hari Lingkungan Hidup: Semuanya Berawal dari Hal yang Kecil
Deni Danial Kesa - suaraPembaca dari detik.com




Jakarta - Lingkungan. Betapa akan menjadi perbincangan dan mengundang banyak pemikiran tiada hentinya. Hal yang sangat sederhana ketika manusia dan lingkungan sekitarnya tidak lagi berjalan beriringan dikarenakan pola hidup pembangunan yang cenderung menafikan keberlanjutan alam sekitarnya. Hal ini menjadi catatan paling penting bagi bangsa-bangsa di dunia.

Perlu disadari bahwa Hari lingkungan hidup juga memiliki banyak kesempatan bagi kita untuk memperbaiki dan mensikapi berbagai isu seputar kemiskinan kualitas hidup individu, pertumbuhan penduduk, pembangunan ekonomi, perlindungan terhadap sumber daya alam, mengatasi polusi, yang akan mempengaruhi rencana masa depan sebuah bangsa. Termasuk Indonesia.

Hari lingkungan hidup sedunia ditetapkan pada sidang umum PBB di tahun 1972 untuk menandai dibukanya konferensi Stockholm. Diperingati di tanggal 5 Juni. Hari Lingkungan Hidup se-Dunia menjadi alat dan motor penggerak kampanye untuk mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan lewat keberpihakan secara politik dan aksi aksi yang nyata.

Untuk tema hari lingkungan hidup tahun ini adalah 'Your Planet Needs You-Unite to Combat Climate Change' (UNEP,2009). Kegiatannya dipusatkan di Meksiko. Sedangkan di Indonesia tema yang diangkat "Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim".

Hal tersebut merefleksikan urgensi negara-negara untuk menyetujui berbagai hal yang mendesak mengenai perubahan iklim dan kepedulian terhadap pengejawantahan lewat manajemen tata kelola lingkungan dan pemberantasan kemiskinan.

Memerangi perubahan iklim dan melindungi ekosistem membutuhkan perhatian khusus dan isu bagi semua pihak. Tiap usaha setiap individu tidak terlepas besar atau kecil dapat berkontribusi dalam pembangunan lingkungan yang berkelanjutan dengan memperbaiki ekonomi dan komunitas sekitarnya. Dalam kenyataannya perubahan iklim menjadi permasalahan dunia dan semua pihak berjuang mencari jalan keluarnya.

Kebijakan politik dan ekonomi memang terkadang mengabaikan hal yang penting karena memang masalah yang ada sangat dilematis. Sepertinya memang dunia membutuhkan "Revolusi Industry Lanjutan" untuk mengatasi semua permasalahan perubahan iklim dan dampak gas buang atau emisi di bumi kita ini.

Untuk itu dibutuhkan alih teknologi dan usaha yang ramah terhadap lingkungan, dan menciptakan lapangan kerja berbasis ekologi (eco-industry dan green job) yang beberapa tahun belakang ini hanya sekedar pelengkap pertumbuhan ekonomi.

Industri sebagai salah satu penyumbang penyebab perubahan cuaca diharapkan berperan aktif bisa menggunakan kebutuhan energinya secara efisien. Lebih mengutamakan energy alternative dengan tetap menanamkan kesadaran serta gaya hidup yang mendukung terciptanya kebiasaan yang memperhatikan lingkungan sekitar kita.

Menunggu berbagai kebijakan yang merepresentasikan keinginan di atas memang harus sedikit bersabar. Karena, banyak kepentingan yang bermain di dalam pembuatan sebuah kebijakan. Entah pengusaha, pemodal asing, intrik politik, dan masyarakat.

Selayaknya dengan kondisi seperti ini tiap individu masyarakat Indonesia bisa mendedikasikan hari lingkungan hidup ini dengan implikasi yang nyata dan bertalian dengan kehidupan keseharian kita. Apa yang bisa kita lakukan pada hari lingkungan ini. Bertindak dengan kemampuan yang kita bisa di antaranya:

- Menghindari berbelanja yang tidak mendesak (terkait dengan gaya hidup dan potensi terciptanya sampah).
- Lebih sering menggunakan sarana transportasi publik (dengan catatan mass rapid transportation system yang ada harus segera dibenahi).
- Menggunakan air secara efisien (lebih memanfaatkan jasa penyediaan air oleh Negara).
- Mengurangi penggunaan pendingin ruangan (mengurangi gas karbon dan emisi).
- Mencoba mengadopsi philosofi mengurangi, mendaur ulang, menggunakan kembali berbagai kemasan dalam kebutuhan domestik kita.
- Membeli barang dengan label eco-friendly yang terpercaya.
- Menghemat listrik.
- Menanam pohon di sekitar lingkungan kita.
- Menggunakan alat kantor secara efisien.
- Memisahkan sampah antara organik, kertas, plastik dan lainnya.
- Mengurangi atau bahkan berusaha menolak penggunaan tas plastik dan styrofoam.
- Jadilah bagian dari kampanye lingkungan hidup di sekitar lingkungan kita.

Sepertinya sepele memang. Tapi, semoga semua yakin dan percaya bahwa semua berawal dari hal kecil. Apa pun bisa mempengaruhi alam. Itulah bagian dari gaya hidup yang harus ditanamkan kepada anak-anak kita sedari dini.

Betapa keberlanjutan kepedulian menerapkan karya yang nyata terhadap lingkungan akan membawa dampak yang simultan dan berkelanjutan. Hal yang sempurna apabila kita memperlakukan alam ini dengan beradab. Niscaya umpan balik yang baik akan didapat.

Kita tidak perlu menjadi bagian dari kelompok besar untuk menyelamatkan lingkungan apabila tidak mampu. Tiap individu dapat membawa perubahan kecil tapi memegang peranan yang cukup penting.

Kita bisa memainkan peranan penting dalam mata rantai lingkungan di mana saja kita berada baik itu di lingkungan rumah, institusi pendidikan, pemerintahan, industri. Merayakan hari lingkungan hidup dengan hati dan tindakan yang nyata tiap hari. Mulai lah berkontribusi detik ini juga. Salam hijau.

Deni Danial Kesa
Villa Bogor Indah F3 Bogor
deni_kesa@yahoo.com
081323202160

Penulis adalah warga Bogor dan anggota luar biasa UPL MPA UNSOED.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar